aku melihat raup mukanya,
ditopeng kesedihan dan kepiluan,
aku mahu mengatakan sesuatu,
sesuatu yang perlu,
namun aku malu,
untuk berhadapan dengan mu,
kerna sebak di dada,
aku tahu segalanya,
jangan kau berpurah,
menutup jiwamu dari aku,
aku tahu segalanya,
dan aku malu,
malu tidak dapat memberi kasih,
yang engkau mahu,
lebih dekat aku melangkah,
lebih jauh kau menolak,
kau telah berubah,
kata-katamu itu,
tidak mencerminkan,
cerita yang sebenarnya,
mulutku bisu,
apa salahku,
aku mencintaimu,
salahkah aku,
aku sedar pendirianku,
tidak istiimewa,
tetapi ku telah berusaha,
membuatmu bahgia,
aku tahu kau merinduinya,
demi kebahgiaanmu,
ku rela melepaskan tangan,
supaya engkau ceria kerna,
biar kau bergembira bersamanya,
dari menderita bersamaku.......
